Exploring Prague – East Europe

Praha (Prague) adalah ibukota negara Ceko di Eropa Timur (Hampir ke tengah bahkan). Beberapa tahun terakhir, kepopuleran Praha sebagai destinasi wisata semakin meningkat karena reputasinya sebagai salah satu kota tercantik di Eropa.

 

2_zps2016d8b5.jpg

 

5_zpsae53ba9f.jpg

 

PENASARAN AKAN EROPA TIMUR

Merasa penasaran, saya bersama seorang teman menjelajahi Praha pada bulan Juni 2012 lalu. Kami memilih berangkat dari Munich menggunakan bus. Karena sudah memesan tiket sejak 2 bulan sebelumnya, kami dapat menikmati kelas bisnis dengan harga promo 9 euro (sekitar 120 ribu rupiah). Lima jam di perjalanan tidak terasa karena bus yang kami tumpangi sangat nyaman. Siang harinya kami tiba di Praha dan dijemput oleh seorang teman yang berbaik hati menerima kami di rumahnya sekaligus menjadi pemandu wisata. Karena biaya menginap di Eropa cukup mahal, tinggal di rumah teman  dapat menghemat biaya dengan signifikan. Untuk mobilitas dalam kota, kami banyak berjalan kaki dan sesekali menggunakan transportasi umum – metro, bus, dan tram.

 

3_zps1564b2d6.jpg

 

 

7_zps7ad1be38.jpg

 

Setelah beristirahat sejenak, kami bergegas melihat keindahan Praha. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Wenceslas Square di Nové město – Kota Baru. Di bagian atas terdapat Museum Nasional dan patung St. Wenceslas yang sedang menunggang kuda.  Kami berjalan sambil menikmati pemandangan di sepanjang boulevard yang dipenuhi oleh tempat makan dan pusat perbelanjaan.

 

 

4_zps22244d88.jpg

 

KOTA TUA YANG MISTERIUS

Tak terasa kami tiba di Staré město – Kota Tua. Perhatian kami langsung tertuju pada sebuah bangunan berwarna hitam dengan menara yang (menurut saya) aneh dan sedikit menyeramkan. Dialah Gereja Týn.  Di dekatnya, para turis berkerumun untuk melihat jam astronomis yang terpasang di salah satu dinding balaikota. Tiga bagian dari jam astronomis melambangkan posisi matahari dan bulan, jam, dan bulan pada saat itu. Kami pun mencoba beberapa jajanan yang dijual di alun-alun, tetapi favorit saya adalah trdelnik – roti gulung, apalagi jika dimakan selagi hangat.

 

8_zps5706ec00.jpg

 

 

11_zps7e348992.jpg

 

Tak jauh dari Kota Tua, terdapat Karlův Most – Jembatan Charles, yang merupakan jembatan khusus pejalan kaki yang ingin menyeberangi  sungai Vltava. Kedua sisi jembatan berhiaskan patung tokoh-tokoh penting, yang mampu membuat kami berdecak kagum. Karlův Most di siang hari sangat ramai oleh orang yang lalu-lalang maupun artis-artis jalanan yang menjajakan hasil karnyanya.  Namun, saat malam menjelang, mendadak jembatan itu menjadi sunyi. Kabut turun memenuhi jembatan, menambah suasana misterius kota Praha. Cantik sekali. Saat itu merupakan momen terindah di Praha, dan saya mengerti mengapa begitu banyak orang terpesona oleh kemisteriusannya.

 

 

6_zps226cd372.jpg

 

Keesokan harinya, kami menuju Bukit Petřín, yang berada di seberang sungai Vltava. Di kaki bukitnya, terdapat patung-patung manusia yang membusuk sebagai memorial untuk memperingati korban komunisme. Di puncak bukit, berdirilah Petřínská Rozhledna – Menara Petrin, yang menyerupai Menara Eiffel di Paris dengan ukuran lebih kecil. Walaupun para pengunjung dapat naik ke puncak menara, namun karena lelah, kami cukup puas melihat pameran yang ada di lantai dasar.

 

13_zps867b05c5.jpg

 

KASTIL TERBESAR DI DUNIA

Akhirnya kami pun tiba di daya tarik utama kota ini, yaitu Pražský hrad – Kastil Praha. Menurut Guinness Book of Record, kastil ini adalah yang terbesar di dunia. Posisinya yang di atas bukit membuat kastil ini terlihat menjulang dengan megahnya ke langit, dan dari sana kami pun bisa melihat keseluruhan kota Praha. Kompleks kastil terdiri dari beberapa istana, gereja, taman, dan bangunan lainnya. Kastil Praha pernah mengalami kebakaran besar ratusan tahun lalu, sehingga dinding kastil ini berwarna hitam.

Tak cukup hanya melihat-lihat, kami juga ingin mencicipi gaya hidup dan kebudayaan bangsa Eropa. Maka kami memutuskan untuk melihat pertunjukan balet “Giselle” di gedung Prague State Opera. Untungnya tiket opera di Praha relative murah, sehingga kami mendapat tempat duduk yang sangat bagus dengan tiket seharga 500 CZK (250 ribu rupiah). Pertunjukannya sendiri sangat menarik bagi kami, dan ini adalah pengalaman baru yang menutup perjalanan kami di Praha dengan sangat menyenangkan.
Secara keseluruhan, Praha memberikan kesan yang campur aduk antara kagum tapi juga mencekam. Dan menurut saya, walaupun banyak bangunan yang indah, tapi ia paling cantik jika dilihat secara keseluruhan. Tidak heran jika ia sering disebut “The Paris of Eastern Europe”.

Sekian cerita dari saya, semoga bermanfaat!!